28 Maret 2012

Syahadat kepada Allah Subhanahu wa ta'ala dan Rasul-Nya

Syahadatain
Sesungguhnya syahadat itu adalah rukun Islam yang pertama. Sebagaimana (HR.Bukhori dan Muslim) menuliskan: Dari Abu Abdirrohman Abdullah bin Umar bin Khattab radhiyallohu ‘anhuma, dia berkata “Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ’Islam itu dibangun di atas lima perkara, yaitu: Bersaksi tiada sesembahan yang haq kecuali Alloh dan sesungguhnya Muhammad adalah utusan Allah, menegakkan sholat, mengeluarkan zakat, mengerjakan haji ke Baitullah, dan berpuasa pada bulan Ramadhan.”
Syahadat artinya kesaksian, syahadat sering disebut dengan Syahadatain karena terdiri dari 2 kalimat (Dalam bahasa Arab; Syahadatain berarti 2 kalimat syahadat). Kedua kalimat syahadat itu adalah:
Syahadat Pertama atau sering juga disebut Syahadat Tauhid

Artinya : Saya bersaksi bahwa tiada Ilah selain Allah
Syahadat Kedua atau sering juga disebut Syahadat Rasul
Artinya: dan saya bersaksi bahwa Muhammad (Sallallahu ‘alaihi wasallam) adalah Rasul/utusan Allah
Seseorang yang ingin menjadikan Islam sebagai cara hidupnya haruslah terlebih dahulu mengucapkan dua kalimat syahadat, sebagaimana hadist yang tertulis diatas. Setelah itu disempurnakan dengan melakukan 4 rukun berikutnya (Sholat, Zakat, Haji dan Puasa Ramadhan). Tegaknya Islam mesti didahului oleh tegaknya rukun Islam; dan tegaknya rukun Islam mesti didahului oleh tegaknya syahadat. Tanpa syahadat, rukun Islam lainnya akan runtuh.

Imam An-Nawawi menegaskan: “Barangsiapa yang telah sempurna dalam melaksanakan rukun islam, maka telah sempurna keislamannya. Seperti halnya sebuah rumah, akan lebih sempurna dengan adanya pondasi yang kokoh, begitu juga Islam akan lebih sempurna dan kokoh dengan rukun Islam yang lima tersebut.”

Dengan mempernyataan lafaz Syahadatain ini, maka seseorang telah resmi menjadi pemeluk agama Islam. Ia bersaksi bahwa Tuhan adalah "Esa", Tuhan adalah "Satu", tidak dua atau tiga, atau banyak seperti yang dilakukan oleh Ahli Kitab dalam surah An-Nisa ayat 171:

surah An-Nisa ayat 171
 "Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: "(Tuhan itu) tiga", berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara." (Terjemahan surah An-Nisa: 171)
Akan tetapi, hanya satu, yakni Allah Subhanahu wa ta'ala, seperti yang tertulis dalam surah Al-Ikhlas ayat 1 - 4:
Terjemahan: "1) Katakanlah: "Dialah Allah, Yang Maha Esa. 2) Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. 3) Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, 4) dan tidak ada yang setara dengan Dia".
Melafazkan dua kalimat syahadat harus dengan memaknai persaksian sebagai berikut:
  • menyaksikan dengan lisan,
  • meyakini dalam hati,
  • dan memenuhi segala konsekuensinya dengan mengamalkan perintah Allah Subhanahu wa ta'ala dan meninggalkan larangan-Nya.
Sehingga makna persaksian syahadat tidak hanya sekedar ucapan saja. Semoga kita masuk dalam golongan orang-orang yang selalu menjaga Syahadat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar